Kopi Kalong (Bat Coffee)

Kopi Kalong (Bat Coffee)

Kalong memakan buah kopi merah, tetapi yang ditelan hanya daging buahnya. Biji kopi “dilepeh” (dimuntahkan) kembali sehingga tidak bisa terfermentasi dalam perut. Untuk mengajari atau memaksa kalong menelan biji-bijian amat sulit. Kopi kalong (bat coffee) merupakan kopi dengan citarasa yang mirip dengan kopi luwak, dengan citarasa yang lebih asam dan lebih manis. Kopi ini diproduksi melalui metode fermentasi dengan mikroba probiotik dari saluran pencernaan kalong.
Kopi kalong (bat coffee) memiliki keunggulan-keunggulan, yaitu: mudah diproduksi dengan biaya yang lebih murah sedangkan penggunaan kalong hidup amat sulit, produksi mudah diprogramkan sesuai dengan kebutuhan, citarasa dan aromanya khas dibanding kopi luwak, yaitu sedikit lebih asam, lebih manis, dengan rasa pahit yang lembut, ramah lingkungan (tidak perlu budidaya kalong liar), dan bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan kolesterol.
Aplikasi potensial dari kopi ini bisa dilakukan secara besar-besaran untuk jenis kopi arabika maupun robusta dan diproduksi dengan berbagai variasi rasa, sesuai dengan jenis kelelawarnya.

Kandungan Asam Organik Kopi Luwak dan Kopi Kalong
1. Asam butirat (mg/100gr)
Kopi biasa = –
Kopi luwak = 51,49
Kopi kalong = 12,35
2. Asam asetat (mg/100 gr) – – 29,12
Kopi biasa = –
Kopi luwak = –
Kopi kalong = 29,12
3. Asam oksalat (mg/100gr)
Kopi biasa = 360,54
Kopi luwak = 238,41
Kopi kalong = 5,11

Pengaruh:
1.Asam butirat
– Menekan stres
– Menghindari kanker usus
– Menghindari radang usus
2. Asam asetat
– Kontrol gula darah dan kolesterol
3. Asam oksalat
– Bila berlebihan dapat bersifat toksik dan membentuk batu ginjal

 

Kontak untuk pemesanan/kerjasama:
Email:
suprioguntoro@ymail.com
guntoro_bio@yahoo.com

HP./Telp.:
+628123812319
(+62361) 723013